Dulu dan Sekarang, Mountain Bike dalam Dua Dekade Terakhir

Pemandangan lintasan mountain bike (via totalwomenscycling.com).

Sepeda gunung adalah aktivitas yang dinikmati oleh banyak pesepeda. Toko-toko sepeda dipenuhi dengan beragam model dan seri sepeda gunung terakhir, dengan banyak pilihan warna yang tersedia, gearnya pun mengalami perkembangan inovasi dengan pesat, dan banyak event yang bisa menjadi sarana menyalurkan bakat para mountain biker.

Namun, popularitasnya yang kini seperti sangat membumbung tinggi, jauh sangat berbeda saat olahraga ini mulai muncul dan berkembang di awal tahun 90an. Saat itu, belum ada Red Bull, yang saat ini seperti selalu siap mendanai event sepeda gunung di luar negeri. Saat itu ada Nike, Reebok, bahkan Volvo, yang menjadi penyokong ajang sepeda gunung.

Trek balapnya
Saat itu mungkin masih jarang ada trek yang dibuat khusus untuk latihan atau untuk bersenang-senang dengan sepeda gunung. Jika ingin latihan, mungkin saat itu harus memanfaatkan jalan setapak yang sudah ada di daerah pegunungan dan pedesaan yang agak jauh dari tempat tinggal penduduk. Kini, di beberapa tempat sudah bisa dijumpai trek khusus atau area yang memang dimanfaatkan untuk kegiatan sepeda gunung.

Sepeda yang digunakan
Sepeda gunung di awal tahun 90an, jika dibandingkan dengan yang ada sekarang, bisa dianggap sebagai ‘sampah’. Butuh inovasi yang panjang dan evolusi agar mendapatkan tubing aluminium yang rapi dan suspensi dari karbon yang penuh desain dan teknologi di masa sekarang.

Di awal 90an, jika sepeda yang kita gunakan sudah dilengkapi suspensi, maka kita sudah dianggap beruntung, sadel yang menjulang tinggi, tak ada disc brakes, dan beberapa ada yang memilih menggunakan dropbar.

Dengan popularitas yang melonjak, diikuti dengan inovasi teknologi yang juga menyesuaikan, di akhir tahun 90an kita sudah bisa menjumpai sepeda gunung yang sedikit-banyak bentuk dan modelnya seperti yang ada sekarang ini.

Dan sekarang, kita tak hanya bisa memilih banyak detail suspensi dan rem yang bisa mengontrol kecepatan dengan brilian, kita juga bisa mendapatan sepeda yang benar-benar memiliki desain yang spesifik, sesuai macam lintasan mountain bike yang akan dilewati, downhill, cross country, trail, all-mountain, sebutkan saja, pasti ada sepeda yang cocok.

Komponen yang terpasang di sepeda dan pakaian yang dipakai
Di saat itu, di awal 90an, jika ingin terlihat keren pada saat bersepeda gunung, yang harus dipakai adalah pakaian atau jersey berbahan lycra. Lebih detail lagi, bikepants berbahan lycra dan jersey berbahan katun dengan ukuran yang agak longgar. Pasti saat itu sudah jadi pusat perhatian…

Pesepeda gunung saat ini lebih memilih memakai celana dan jersey yang longgar.

Para pesepeda gunung perempuan
Di awal 90an, perempuan yang berlomba di ajang sepeda gunung jumlahnya hampir sama dengan jumlah peserta pria, dan mereka pun mendapat sponsor yang hampir sama pula. Dan ternyata, kemampuannya tak kalah jauh dengan para pria.

Liputan berita dan sponsor
Di Eropa atau Amerika Serikat, pada tahun 90an dulu, saat para cycle enthusiast ingin menonton kejuaraan sepeda gunung secara live di televisi, mereka mengubah kanal siaran ke Eurosport, atau Sky, untuk seri kejuaraan sepeda gunung nasional. Semuanya akan ditayangkan secara langsung. Jadi para cycle enthusiast bisa duduk tenang selama sekitar 3 jam di depan televisinya. Dan hal itu bukanlah hal yang buruk di saat itu.

Selama beberapa waktu, kejuaraan sepeda gunung sepi peminat; yakni peminat untuk menayangkan secara langsung, hanya sedikit televisi yang mau melakukannya, pun dengan sponsor yang semakin mengecil. Namun hal itu mulai berubah seiring dengan perubahan yang ada pada sepeda gunung itu sendiri. Di akhir tahun 90an dan awal 2000an, saat ada Kejuaraan Dunia Downhill, akan ada banyak kendaraan liputan langsung yang datang di sekitar arena balap, pun dengan sponsor yang kian mentereng, Red Bull.

—– —– —– —– —–

Ya. Sejarah perkembangan dunia sepeda gunung penuh dengan hal-hal yang inovatif, atlet-atlet yang luar biasa, karakter yang brilian dari orang-orang yang terlibat di dalamnya, sirkuit dan jalur yang penuh tantangan, dan pada akhirnya, saat ini kita bisa menikmati hasil dari perkembangan dan inovasi yang telah terjadi dalam kurun waktu selama itu…..

(diolah dari totalwomenscycling.com)