Tips Menemukan Cadence yang Paling Pas

Ilustrasi via Bicycling.com / ShutterStock.

Agar bisa mendapatkan kenyamanan dan efisiensi kayuhan yang maksimal, kita perlu menemukan ritme kayuhan atau cadence yang paling nyaman untuk diri sendiri. Cadence adalah kecepatan mengayuh yang dihitung dengan banyaknya putaran kayuhan dalam satu menit, atau dengan satuan revolution per minute (rpm).

Setiap kali kita mengayuh pedal, sistem otot di dalam tubuh bekerja untuk menghasilkan tenaga, dan sistem kardiovaskuler bekerja memompa dan mendistribusikan oksigen dan energi ke otot-otot dan sekaligus membuang sisa metabolisme yang tak berguna bagi tubuh, seperti asam laktat, yang dihasilkan saat otot bekerja mengayuh pedal. Cadence yang kita pilih sebaiknya memberikan kesempatan bagi tubuh untuk menyeimbangkan sistem-sistem yang bekerja di dalam tubuh tanpa ada salah satu sistem organ yang menjadi ‘tumbal’ setelah selesai bersepeda nanti.

Lalu, bagaimana cara menemukan atau menentukan cadence yang paling pas? Bagi sebagian besar pesepeda, cadence yang paling nyaman adalah antara 80 hingga 100 rpm, saat di mana kita tetap bisa mengayuh dengan cepat, namun masih terkontrol, dan kaki masih menekan pedal dengan kekuatan sedang. Saat melalui jalan tanjakan, cadence akan menurun, dan memang seharusnya seperti itu. Ada beberapa cyclometer atau cyclo computer yang memiliki fitur untuk menghitung cadence, namun, secara manual pun kita bisa menghitungnya sendiri. Untuk menghitung cadence, gunakan stopwatch untuk menghitung banyaknya kayuhan selama 30 detik, dan kemudian kalikan 2. Saat kita sudah bisa merasakan kenyamanan dalam berbagai kisaran cadence, secara otomatis kita akan terbiasa, dan akan paham kapan saatnya melakukan shifting agar ritme kayuhan kembali nyaman.

Jika cadence berada dalam kisaran rendah, misalkan di bawah 8 rpm, cobalah untuk sedikit menambahnya. Seberapa banyaknya tambahannya tergantung pada kenyamanan sang pesepeda. Pesepeda yang menikmati kenyamanan mengayuh dengan cadence tinggi umumnya adalah pesepeda yang memiliki berat badan ideal, perempuan, pesepeda yang berusia lebih tua dan mereka yang mempunyai kapasitas aerobik yang lebih tinggi daripada kekuatan ototnya untuk menekan pedal. Secara umum, saat bersepeda, jika dirasa kaki lebih cepat terasa lelah namun nafas belum terengah-engah, cobalah untuk meningkatkan sedikit cadencenya. Jika nafas terengah-engah namun kaki masih nyaman, coba turunkan sedkit. Sering berlatih dan membiasakannya akan meningkatkan kemampuan mengatur cadence dan aan mendapatkan cadence yang paling pas.

(diolah dari www.bicycling.com)