Touring Bisa Dilakukan Siapa Saja… – Nick Lubecki

Nick Lubecki dan sepedanya (via Brad Quartuccio / dirtragmag.com).

Nick Lubecki pernah berkata : “Siapa saja bisa bersepeda turing hingga jarak berkilometer jauhnya. Siapa saja…”

Pertama kali Nick melakukan perjalanan dengan sepedanya adalah tiga tahun lalu, saat itu dia menggunakan Raleigh Rampar buatan tahun 1972. Di bagian rak belakang, sebuah keranjang atau krat botol susu diikat dan dipakai untuk membawa beberapa potong pakaian, tenda dan peralatan lainnya. Saat itu dia bersepeda dengan seorang temannya, dari Pittsburgh menuju Philadelphia.

Saat ini, sepeda yang dipakai Nick adalah road bike Ross buatan tahun 80an. Tak seperti sebelumnya, kali ini di sepedanya terpasang rak belakang dan juga rak depan. Di musim panas ini, Nick bersepeda turing dengan pacarnya, Hallie (yang sebelumnya belum pernah bersepeda dengan jarak yang jauh). Hallie memakai sepeda hybrid yang sudah dipakainya sejak 10 tahun yang lalu, dengan sedikit modifikasi. Mereka bersepeda dari Pennsylvania menuju Colorado.

Apa saja tips dari Nick agar semua orang tertarik menjelajah jarak dan tempat dengan sepedanya?

• Gunakan apa yang dipunyai
Apa saja yang dibutuhan untuk bersepeda turing? Setidaknya, ada rak yang terpasang di sepeda, sehingga bisa dipakai untuk membawa dan metelakkan barang bawaan. Ada banyak model rak, pilih yang paling sesuai dengan sepeda yang sudah dimiliki. Fender juga penting. Jika di frame sepeda dilengkapi dengan eyelet untuk memasang fender, maka tak ada salahnya untuk memasangnya. Setidaknya, akan melindungi pantat dan kaki dari cipratan air yang ada di jalan (misla saat hujan).

• Selalu mengayuh pedal setiap hari
Persiapan memang penting, sebelum ‘terjun’ ke turing yang sebenarnya. Bersepeda sebentar setiap hari perlu untuk membiasakan tubuh. Kegiatan bike to work atau berangkat dan pulang kerja dengan bersepeda bisa jadi salah satu alternatif yang bisa dilakukan.

Di akhir minggu, bisa juga untuk melakukan daytrip. Bisa dilakukan sehari, atau juga dua hari. Daytrip, selain membiasakan diri untuk menempuh jarak yang lebih jauh, juga bisa dilakukan sebagai sarana latihan untuk mengatur segala hal yang berkaitan dengan perjalanan dengan sepeda, mulai mengatur pola kayuhan, mengatur pola konsumsi dan istirahat selama perjalanan, dan hal-hal lainnya. Trip dua hari juga perlu dilakukan, agar bisa mengatur tenaga lebih baik. Jangan sampai di hari pertama sukses menempuh jarak tertentu, namun tenaga sudah habis untuk bersepeda di hari kedua.

• Tak perlu ‘belanja’ terlalu banyak untuk bisa bersepeda turing
Tak perlu memiliki benda atau barang yang benar-benar berkaitan dengan bersepeda turing. Pakaian? Pilih saja pakaian yang paling nyaman dipakai saat berada di luar rumah. Tentu saja, setiap orang punya nilai kenyamanannya masing-masing ‘kan? Sandal atau sepatu? Masing-masing punya kelebihan dan kekurangan, dan ditentukan juga dengan preferensi personal tiap orang.

Tiap orang pasti punya sendok, garpu, cangkir dan mangkok kecil. Jadi, tak perlu membeli peralatan makan yang khusus untuk camping. Peralatan tidur juga disesuaikan dengan kondisi cuaca / musim dan tempat yang akan dituju atau dilewati. Jika memang sedang musim kemarau dan tak melewati daerah pegunungan, mungkin tak perlu membawa sleeping bag. Demikian juga dengan peralatan lainnya, perlu pertimbangan matang untuk membawa atau meninggalkannya di rumah.

• Bawa semua barang yang dibutuhkan
Bagaimana caranya untuk membawa barang-barang itu? Tak perlu membeli pannier bermek luar yang harganya lumayan fantastis. Kreativitas itu perlu. Ada beberapa pesepeda yang memilih memakai tas ransel model tentara, yang ditambah dengan pengait, sehingga bisa dipasang di rak belakang. Jika takut kemungkinan hujan, masing-masing barang bawaan bisa dilapisi plastik sebelum dimasukkan ke dalam pannier ‘DIY’ itu.

Rak belakang saja mungkin akan cukup untuk membawa barang bawaan yang dibutuhkan selama beberapa hari. Namun menggunakan rak depan juga ada kelebihannya. Apa itu? Penggunaan rak depan akan membagi beban barang bawaan lebih imbang, antara depan dan belakang. Pada umumnya, perbandingan bebannya adalah 40 persen di rak depan dan 60 persen di belakang.

• Ajaklah teman yang satu selera
Sendirian atau dengan teman, itu preferensi tiap-tiap orang. Namun, jika ingin mengajak teman, pastikan teman seperjalanan itu adalah orang yang sudah saling memahami satu sama lain dan memiliki selera yang sama.

• Nutrisi
Air kencing bisa menjadi pertanda, apakah tubuh sudah mengalami dehidrasi atau belum. Air seni yang berwarna pekat menandakan bahwa tubuh kurang asupan cairan. Mudah untuk mengetahui tubuh kita cukup air, yaitu perbanyak minum hingga air seni kembali berwarna bening.

Di sepanjang perjalanan, mayoritas tak akan kesulitan untuk menemukan sumber air. Mulai dari warung, POM bensin, hingga kamar mandi umum yang kadang ada di tepi jalan. Tak ada salahnya juga untuk sesekali menumpang istirahat selama beberapa menit di depan rumah orang. Mungkin malah akan ditawari ar minum dan camilan…..

Tentang makanan, makanlah seperti orang yang lapar. Artinya, makanlah hingga dirasa cukup bahwa makanan sebanyak itu akan bisa memberikan tenaga untuk sepanjang hari. Saat melakukan perjalanan beberapa hari, hal yang perlu dihindari mungkin adalah makanan pedas. Namun, kembali lagi ke tiap-tiap orang, karena ketahanan tubuh terhadap rasa pedas tentu saja berbeda-beda.

• Tidur malam yang nyenyak
Tak usah bingung untuk bisa tidur di malam harinya. Dengan niatan yang baik, tak ada salahnya untuk meminta izin untuk bermalam di suatu tempat, entah itu di POM bensin, masjid, atau mendirikan tenda di halaman rumah orang. Malah, kalau sang tuan rumah berbaik hati, kita akan ditawari untuk menginap di rumahnya. Itulah petualangan…..

—– —– —– —– —–

Apa lagi yang ditunggu? Rencanakan waktu yang tepat, dan pergilah bersepeda hingga beberapa hari…..

(diolah dari dirtragmag.com)