Panduan Memilih Sepeda Untuk Pemula

Panduan dasar memilih sepeda. Apa saja. Tidak terbatas jenis. Yang penting sepeda dan segala tetek-bengek yang masih berhubungan dengan sepeda.

Selalu ingat apa kata Keith Bontrager. Si bapak paling legend di dunia sepeda. Terutama tentang hal berbau manufacturing.

“STRONG, LIGHT, CHEAP. PICK TWO”.

Om dan tante tidak melihat iklan sepeda di televisi untuk sekarang ini. Terakhir kali iklan produk sepeda ada di televisi nasional kalau tidak salah saat saya masih duduk di bangku SMP dan sekarang saya berusia 24 tahun. Saat Polygon masih bernyanyi “always feel ride.. the way with pooolygooooon” liriknya benar? Dan United yang juga saat itu masih bernyanyi “pilihanku sepanjang masaaaaa….” dan Wim Cycle yang masih dengan kambing heboh. Dan tidak lupa ada mini bike Family yang selalu cilukba bersama Kak Seto.

Anda yang datang dengan sendirinya. Tidak tahu apa jenis yang anda akan beli. Anda lalu bertanya ke seseorang yang mungkin pengetahuan beliau tidak lebih dari anda. Dan setelah beli, anda kecewa karena kualitas barang yang anda beli tidak sebagus yang anda harapkan. Kalau udah begini siapa yang salah? Orang yang anda tanya? Diri anda sendiri? Atau dirut perusahaan dari merek yang anda beli produknya?

Perusahaan sepeda pada umumnya persis seperti perusahaan MLM. Anda masih mempertanyakan kualitas barang, anda tidak melihat produk tersebut dipakai banyak orang, anda masih ragu, lalu ngapain masih di beli? Cuma iseng mau cobain? Dapat rekomendasi dari temen? Atau tergiur bujuk rayu dari sales? Apapun alasan nya, yang pasti jangan lupa berdo’a semoga produk yang anda pilih tidak memberi efek negatif dalam kehidupan anda, semoga tidak mencelakakan anda, dan semoga tidak membuat anda bangkrut.

Hal tentang sepeda tidak bisa disamakan dengan alat transportasi lain pada umumnya. Misalnya mobil atau motor. Gampangnya begini, gimana ceritanya sepotong besi dengan ukuran diameter tidak lebih dari ukuran diameter kaleng minuman coca-cola bisa kuat menahan berat badan Nunung Srimulat yang itu orang punya badan bulet sebulet-buletnya. Bisa menahan kekuatan gowesan dari Ade Rai yang paling macho, dan bisa awet sampai cucu anda punya cicit. Gimana ceritanya coba.

Sudah tidak jaman bandingin merek X dengan merek Y. Dan sudah sangat membosankan untuk bandingin tipe 1 dengan tipe 2 dari merek Z.

Namun, masih jauh lebih baik apabila membandingkan tipe 1 dari merek X dengan tipe 1 dari merek Y. Atau membandingkan sistem 1 yang diterapkan merek A dalam setiap produknya, dengan sistem 1 yang diterapkan merek B.

Bagaimana benda itu di buat? Apa yang ada di dalam benda itu? Apa bahan utama pembuatan benda itu? Ada garansi? Untuk apa benda itu dibuat? Kenapa benda itu dibuat dengan model seperti itu? Apa merek itu sudah memiliki referensi yang baik dari orang banyak? Bagaimana model berkendara saya? Barang seperti apa yang cocok untuk model berkendara yang saya terapkan? Apa benda itu bisa di pasang di sepeda saya?

Secara garis besar, disini anda dipaksa untuk pintar, cari tau sendiri dari google, dari koran, dari majalah, dari ensiklopedia, dari secarik kertas user manual yang didapat saat beli, atau bahkan dari buku TTS yang ada gambar cewek seksi nya.

Dan ujung-ujungnya? Yang pasti anda dipaksa beli. Ya iyalah…

Sepeda atau part yang baru saja anda beli cepet rusak? Berat? Ga enak dipakai? Nikmati saja itu yang harus anda lalui dalam komunitas. Langsung aja ganti yang baru. Kalau ga ada duit ya tunggu sampai ada duit, setelah ada duit nanti barang tersebut yang menurut anda ga enak masih bisa dijual atau disedekahkan supaya dapat pahala. Dan jangan lupa untuk membantu kawan sesama komunitas dengan cara memberi informasi di mana saja kalau barang yang baru saja anda beli tidak enak, jelek, cepet rusak biarin aja semoga pabriknya cepet bangkrut dan tidak ada lagi insan di dalam komunitas yang akan dirugikan. Anggap saja anda akan dapat pahala dan tidak terlalu banyak merugi, dan orang yang beli dari anda merasa senang karena dapat menyalurkan hasrat yang masih terpendam, dan insan lain di komunitas ini mendapat informasi yang berguna untuk mereka kedepannya. It is a win-win solution.

Yang paling penting, enak menurut si Fulan, bisa jadi tidak enak menurut si Fulin. Dan juga tidak kalah pentingnya, murah menurut si Fulin, bisa jadi tidak murah menurut si Fulan.

Barang murah dengan kualitas bagus – BANYAK

Barang murah dengan kualitas buruk – BANYAK BANGET

Barang mahal dengan kualitas bagus – ADA BANGET

Barang mahal dengan kualitas buruk – ADA

Sekali lagi, nikmati saja terus bakar kalori di dalam tubuh anda minimal 15 menit setiap harinya. Dan jangan lupa “Support Local Bike Shop”.

 

Tulisan ini dikirimkan oleh Alradhi Jerichosakti. Buat teman-teman goowes yang ingin mengirimkan tulisannya, silahkan kirim ke goowesco@gmail.com.